Jumat, 24 Mei 2013
Pagi ini aku berjanji akan bersepeda bersama kamu. Padahal kamu tau, pagi ini aku hanya tidur 3jam, tapi aku tidak mungkin mengatakannya padamu. Jika kamu mengetahuinya, mungkin kamu akan membatalkan janji tersebut dan membiarkanku istirahat saja. Aku bergegas melaksanakan sholat Subuh, mencuci muka, berganti pakaian, memakai sepatu, dan bersiap. Kamu sudah menungguku di depan rumah dengan sabar. Di awal perjalanan aku mengeluhkan kondisi jok sepeda yang kecil, sempit, dan keras. Namun kamu hanya tertawa kecil. Aku merasakan kamu bahagia saat itu. Iya kan? Pasti! :)
Pagi ini aku berjanji akan bersepeda bersama kamu. Padahal kamu tau, pagi ini aku hanya tidur 3jam, tapi aku tidak mungkin mengatakannya padamu. Jika kamu mengetahuinya, mungkin kamu akan membatalkan janji tersebut dan membiarkanku istirahat saja. Aku bergegas melaksanakan sholat Subuh, mencuci muka, berganti pakaian, memakai sepatu, dan bersiap. Kamu sudah menungguku di depan rumah dengan sabar. Di awal perjalanan aku mengeluhkan kondisi jok sepeda yang kecil, sempit, dan keras. Namun kamu hanya tertawa kecil. Aku merasakan kamu bahagia saat itu. Iya kan? Pasti! :)
Di perjalanan kita bersepeda, aku hanya mengikutimu dari belakang, aku berusaha melawan kantukku. Aku berusaha mengejarmu tapi sulit. Ah dari dulu kamu memang nomer 1 untuk urusan bersepeda. Aku dengar dari yang lain pun, kamu sangat cepat ketika mengendarai sepeda. Aku kalah. Aku lelah tapi aku hanya diam dan terus mengayuh agar jarak kita tidak terlalu jauh. Tapi sepertinya kamu sengaja memperlambat kayuhanmu agar aku tidak tertinggal jauh darimu. Sesekali kamu menoleh ke belakang untuk memastikan jarak kita. Tenang, aku tetap di belakangmu.
Kamu membawaku bersepeda cukup jauh. Mungkin kamu sudah terbiasa tapi aku tidak. Aku sudah lama tidak bersepeda. Tapi aku berusaha mengayuhkan pedal sepedaku secepat mungkin untuk membalapmu, kemudian kamu berkata 'Ayo sana gowes yang kenceng, nanti aku susul.' Benar saja. Kamu bisa menyusulku dengan cepat. Aku kalah lagi. Di perjalanan pulang kamu menanyakan sarapan apa yang aku mau. Aku jawab aku ingin bubur. Kemudian kamu pun membawaku ke tempat yang biasa kamu datangi. Tapi yang aku inginkan ternyata tidak ada. Akhirnya kita memesan lontong sayur. Kamu mengambilkan tempe goreng untukku. Enak. Setelah menghabiskan makanan tersebut kita kembali ke rumah. Kali ini aku benar-benar tidak bisa menahan kantukku. Aku ingin segera pulang.
Sesampainya di rumah aku langsung tergeletak dan tertidur di kamar. Kamu menghampiri, dan bertanya 'Capek ya?' Aku menjawab sambil tertidur 'Iyalah, aku baru tidur jam 3, Pak.' Hari ini aku berhasil menepati janjiku. Semoga kamu senang. Aku berharap kita dapat bersepeda di lain kesempatan, aku senang melihat senyummu. Tetap tersenyum seperti itu, Pak. Apapun akan aku lakukan asalkan aku tetap bisa melihat senyum bahagiamu. I love you, Dad!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar