Kamis, 01 Maret 2012

Ini tentang kalian, Ibu dan Bapakku :)

Ibu....
Tak pernah sekalipun keluar kata-kata kasar dari mulut kecilmu.
Tak pernah sekalipun tanganmu melayang ke tubuhku.
Tak pernah sekalipun kau tidak menyayangiku.

Ibu....
Mengapa tidak kamu pukul aku saja ketika aku berbuat nakal?
Mengapa tidak kamu bentak aku saja ketika aku berbuat salah?
Apakah mungkin rasa sayangmu padaku terlalu besar padaku?

Ibu....
Semakin berjalannya waktu, aku semakin sadar.
Aku sadar kamu telah mengajariku banyak hal.
Kamu ingin mendidikku menjadi pribadi yang kuat namun lembut, bukan?

Ibu....
Mengapa tak penah sekalipun kamu marah kepada mereka yang telah menghinamu?
Mengapa kamu tetap diam dan terus bersabar?
Terkadang yang seperti mereka butuh ketegasan juga, Bu.

Tapi....
Sekali lagi aku paham maksudmu.
Tak ada gunanya menghakimi mereka.
Mereka tidak butuh kata-kata tetapi bukti.

Ibu....
Kini aku bahagia.
Anak perempuan kecilmu yang dulu menjadi olok-olokkan mereka kini berjalan menuju masa depannya.
Aku senang kini telah membuat mereka diam dan berhenti menhina keluarga kita.

Bapak....
Apakah kau ingat ketika kau menggendongku sewaktu kecil dulu?
Apakah kau ingat ketika kau mengangkatku tinggi ke udara sehingga aku tertawa lepas?
Kini aku sudah tumbuh besar dan tidak mungkin bisa kau gendong lagi.

Bapak....
Aku sangat tahu bagaimana besarnya cinta dan sayangmu padaku.
Kamu memberikan yang terbaik untukku.
Bahkan kamu memberikan apa yang aku inginkan.

Bapak....
Kamu tidak seperti Ibu yang lembut.
Kamu tegas dan mudah emosi.
Tapi tetap tidak sampai menggunakan kekerasan.

Bapak....
Aku selalu ingat cerita-ceritamu sewaktu kamu kecil dulu.
Kamu bukanlah berasal dari keluarga yang berada.
Tapi semangat juangmu untuk menjadi sukses sangat besar.

Bapak....
Mungkin sekarangpun kamu belum menjadi orang yang sukses.
Tapi bagiku, kamu telah sukses membesarkan 3 anak dengan karakter yang berbeda.
Kamu telah sukses menjadi ayah yang baik untuk kami.

Bapak....
Ingatkah kamu ketika kamu bersemangat memotong rambut kami?
Hasilnya sangat membuat kami kecewa.
Tapi kami tetap senang karena kamu sangat peduli akan penampilan kami.

Bapak....
Terlalu banyak kisah yang kita lalui bersama.
Bahkan terkadang, kemanapun aku melangkah, kamu pasti membuntutiku.
Kamu selalu memberikan dorongan semangat untukku dari belakang.

Bapak....
Ibu....
Aku sangat berterima kasih kepada Allah yang telah menitipkanku pada kalian.
Kalian yang terbaik untukku.
Tak ada orang yang dapat menenangkan kegundahanku selain kalian dan tentunya Allah.
Kalian adalah inspirasiku setelah Nabi Muhammad saw.
Kalian adalah semangat hidupku.
Kalian tak pernah mengeluh lelah dan letih dalam menjaga dan membesarkanku.
Kalian tak pernah berhenti mengingatkanku untuk sholat dan tetap beribadah kepada-Nya.
Aku akan menjadi yang terbaik untuk kalian.
Doa, usaha, semangat, dan harapan kalian akan aku wujudkan.

I LOVE YOU FOREVER 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar