Sabtu, 24 Oktober 2020

:)

Pernahkah kau berpikir apa yang aku pikirkan?
Pernahkah kau memahami apa yang aku rasakan? 
Pernahkah terlintas hadirku di mimpimu? 
Atau pernahkah kau bertanya apa kabar hatiku? 

Aku tak pernah paham apa yang saat ini kurasakan 
Aku tak mengerti mengapa kau selalu kupikirkan 
Aku terheran setiap kali kau hadir di mimpiku 
Dan hanya meninggalkan kesedihan di hatiku 

Sadarkan aku bahwa semua ini salah 
Sadarkan aku bahwa kau hanyalah angan 
Aku merasa diriku mulai lelah 
Dengan semua kepalsuan harapan 

Sudah sepantasnya tak pernah terjadi sejak awal
Bermain dengan api panas yang terus membara 
Sudah berkali-kali kucoba padamkan 
Justru meninggalkan abu hitam yang sulit dihapuskan

Apa yang harus aku lakukan? 
Pergi menjauh untuk melupakan 
Berlari menghindar untuk kedamaian 
Membersihkan hati dari kenangan 

Berbahagialah kau selau 
Lupakan semua yang telah terjadi 
Semua ini hanyalah cerita buruk 
Yang tidak perlu untuk dikenang 

Tak pernah ada penyesalan di hatiku 
Senang mengenal dirimu 
Senang pernah tertawa menangis bersamamu 
Sampai jumpa di lain waktu 
Dalam keadaan perasaan yang telah membeku

Jumat, 29 November 2013

Doctor's life.

Akhir-akhir ini lagi super marak berita tentang kasus malpraktik yang dilakukan oleh beberapa dokter dari bagian OG (obstetri-ginekologi; kandungan). Jujur, saya tidak begitu memahami masalah dan kasus yang sebenarnya terjadi. Maklum tidak ada televisi, ah ternyata perkembangan melalui media televisi berkembang cepat. Kembali ke topik. Yang saya dengar dan baca melalui sosmed, diberitakan oleh media bahwa kasus malpraktik telah dilakukan, dan bla bla bla. Pasti kalian juga tau. Kemudian hari Rabu kemarin terjadi aksi solidaritas yang dilakukan oleh IDI di seluruh Indonesia. Aksi itu dianggap oleh seluruh orang di tanah air sebagai mogok kerja sama halnya seperti para buruh. Disini saya hanya ingin menjelaskan apa yang mungkin kurang dipahami oleh masyarakat luas mengenai ruang lingkup kedokteran.

Tolong dibedakan aksi solidaritas dengan mogok kerja/demo yang dilakukan oleh para buruh. Aksi solidaritas telah dibicarakan dan dipikirkan dengan masak oleh IDI, tidak spontan (tanpa memikirkan akibat) seperti para buruh atau para pendemo yang lain. "Tapi gara-gara demo mogok kerja dokter, pasien jadi terlantar tau!" Hey, apa kalian sudah datang untuk menengok langsung ke rumah sakit yang ada? Atau kalian hanya membaca sekilas dari info yang diberitakan media? Hari itu sama seperti hari libur. Bagian poliklinik memang tutup dan hanya tersedia untuk bagian gawat darurat. Ketika ada pasien gawat darurat pun tetap dilayani. Fyi, di RSUP Sardjito Yogyakarta juga melakukan aksi solidaritas. Seluruh poliklinik tutup, tetapi hanya dalam waktu 1 jam. Dan informasi bahwa akan ada aksi ini sudah diberitahukan dari jauh-jauh hari, lalu mengapa pasien yang tidak ada ke-gawatdarurat-an datang pada hari dilakukannya aksi solidaritas.

Saat para dokter melakukan aksi solidaritas dan memilih berdiam, melepas pekerjaan, kalian berteriak menghujat para dokter. Saat dokter bekerja sesuai dengan standarnya dan ternyata mendapatkan hasil yang buruk kalian juga menghujat. Jadi pada intinya apa yang kalian inginkan? Dokter juga manusia. Dokter juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan manusia pada umumnya, makan, tidur, main, dan sebagainya. Dokter bukan Tuhan, tetapi mungkin Dokter merupakan jalur Tuhan untuk memberikan kesembuhan. Apa kalian tau berapa lama waktu yang dokter butuhkan untuk belajar? Belajar menjadi dokter yang berkompeten? 6 tahun? 10 tahun? 20 tahun? Bukan. Waktu yang dokter butuhkan adalah seumur hidupnya. Kuliah memakan waktu 4 tahun, Koass memakan waktu 2 tahun, Internship memakan waktu 1 tahun. Sebelum mendapatkan surat izin praktik pun diadakan Ujian Kompetensi Dokter Indonesia. Setelah itu? Setiap harinya para dokter diharuskan meng-update informasi yang ada. Melihat adakah perkembagan obat baru di dunia. Tidak lupa juga mengikuti seminar-seminar yang ada. Waktu panjang dan biaya mahal yang sudah dikorbankan, itu semua demi memajukan kesehatan pasiennya.

Saya belajar semua itu dari para dosen yang ada di kampus. Mereka tidak hanya menjadi dosen di kampus, tetapi sebagian besar dari mereka yang sudah mengambil sekolah Spesialis juga menjadi dosen untuk para koass dan residen di rumah sakit. Tidak hanya itu, belum lagi mereka menghadapi pasien di rumah sakit, mengikuti seminar untuk menambah poin mereka. Tidak heran apabila jadwal kuliah sering sekali ditunda, karna pasien selalu lebih diutamakan. Atau bahkan pernah beberapa kali ketika mereka menyempatkan mengajar tetapi ada pasien yang harus dioperasi atau keadaan gawat darurat, mereka memberikan komando melalui telpon genggamnya untuk memberikan pertolongan pertama sembari menunggu kedatangannya. Sibuk sekali. Bahkan mungkin mereka jarang untuk mendapatkan waktu bersama keluarga yang sangat banyak. Terkhusus dokter bagian kandungan, di saat mereka sedang tertidur mereka mendapatkan panggilan untuk melakukan persalinan, yang tentunya abnormal, sesegera mungkin. Apa kalian, maaf, yang berprofesi lain pernah memikirkan hal ini terjadi pada kalian? Maka dari itu, tolong sedikit berikan pengertian bagi para dokter. 

Sekarang untuk kasus hubungan dokter, pasien, dan manajemen rumah sakit. Banyak yang mengatakan bahwa dokter pilih kasih, tidak mau mengobati pasien yang miskin. Apa kalian pernah mendengar cerita langsung dari para dokternya? Setiap profesi pasti memiliki standar kerja masing-masing, tidak berbeda dengan dokter sekalipun. Saya banyak mendengar cerita dari dosen yang dulunya pernah bekerja di pedesaan. Pasien yang datang berobat tidak membayar dengan uang melainkan dengan hasil berkebun atau beternak mereka. Tapi itu semua hanya terjadi saat bekerja di klinik atau puskesmas yang ada di desa-desa. Bagaimana dengan di rumah sakit? Di rumah sakit sudah ada prosedur sendiri. Lagipula untuk pasien yang memang tidak mampu ada banyak jalur yang bisa ditempuh untuk tetap mendapatkan pengobatan gratis. Perlu kalian tau, para dokter juga diajarkan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan pasien, belajar berempati dengan masalah pasien, tidak hanya melulu belajar mengobati pasien. Namun apa daya ketika kebijakan rumah sakit sudah ditentukan, tidak bisa bagi para dokter melakukan tindakan tanpa melalui prosedur yang ditentukan, mengurus administrasi misalnya. Oleh sebab itu, maafkan para dokter apabila terlihat sombong, ketahuilah mereka juga ingin sekali membantu kita para pasien.

Manusia tidak ada yang sempurna, sama halnya dengan dokter. Saat melakukan tindakan apapun selalu ada 2 kemungkinan, berhasil atau gagal. Iya kan? Sama dengan tindakan yang dilakukan oleh dokter saat operasi atau sebagainya. Walaupun sudah dilakukan dengan baik, namun apabilan Yang Maha Kuasa berkata lain apa boleh dibuat. Sebelum melakukan tindakan, dokter memiliki kewajiban untuk melakukan informed consent. Di dalam informed consent ada poin-poin yang harus dilakukan:
1. Tujuan : dokter wajib menjelaskan apa tujuan dari tindakan pemeriksaan atau pengobatan yang akan dilakukan secara jelas.
2. Prosedur : dokter juga wajib untuk menjelaskan apa saja prosedur tindakan pemeriksaan yang akan dilakukan, bagaimana cara melakukannya secara jelas.
3. Risiko : setiap tindakan berkemungkinan risiko, entah itu ketidaknyamanan pasien atau tindakan yang membahayakan, hal ini juga harus dijelaskan.
4. Consent : dokter memastikan bahwa pasien memahami apa yang sudah dijelaskan dan meminta izin dari pasien untuk melakukannya.
Informed consent biasanya dalam bukti hitam di atas putih, untuk tindakan yang memang memerlukan hal itu sebagai bukti, misalnya operasi, pemulangan pasien rawat inap, penolakan pasien untuk di rawat inap, dan sebagainya. Informed consent untuk anak-anak (kurang dari 17 tahun) diwakilkan oleh orang tuanya, walaupun anak tetap memiliki hak untuk menolak. Pasien tidak pernah salah, itu merupakan prinsip yang dipegang oleh dokter. Jadi apabila ada sesuatu hal yang ingin ditanyakan, masih dibingungkan, pasien bebas menanyakannya kepada dokter. Dokter bisa dikatakan malpraktik hanya dengan tidak melakukan informed consent. Jadi untuk TS yang lain, jangan sampai ketinggalan poin penting ini ya.


Sedikit info yang sudah saya berikan, semoga bisa membantu kalian dalam memahami profesi dokter. Tidak ada unsur adu domba atau kesombongan pada informasi ini. Hanya sekadar berbagi apa yang diketahui. Buang rasa prasangka buruk dan dendam di hati kita. Sebagai makhluk sosial semoga dapat menjalin hubungan dengan baik. Terimakasih :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Single? Don't worry be happy :)))

Single atau bahasa gaulnya dikenal dengan jomblo tidak selamanya dianggap nasib buruk. Single juga bisa menjadi pilihan untuk setiap orang. Anggap saja single itu salah satu hak manusia, asalkan mereka bahagia ketika memilih untuk sendiri.

Pacaran itu bukan musiman. Jadi gak ada yang namanya "musim pacaran". Kapanpun orang berhak untuk menjalin hubungan tanpa dibatasi waktu dan jarak. Jadi, pacaran itu bukan sekadar keinginan sesaat karna didasarkan rasa iri melihat orang lain yang berpacaran. Mungkin bangsa Indonesia memang sudah melekatkan sifat latah secara tidak sadar di diri mereka masing-masing. Jadi ketika melihat sepasang muda-mudi yang sedang menjalin kasih kemudian si single ini menggumam "duh jadi pengen punya pacar deh." Huft moment banget!

Gw sebagai bangsa Indonesia gak menampik fenomena ini, karena terkadang gw menggumam ingin punya pacar ketika melihat orang yang sedang berpacaran. Oke back to the topic, buat kita-kita yang masih sendiri, gak perlu sedih meratapi kesendirian ini. Kita gak pernah sendiri kok. Masih banyak teman dan keluarga kita yang justru lebih sering menemani.

Yang biasa mengalami kegalauan karena kesendirian itu adalah wanita. Karena wanita dibatasi oleh rasa malu. Pria biasanya akan lebih mudah karena biasanya yang memulai pendekatan adalah pria. Makanya ada salah satu quote, "Pria berhak memilih tetapi wanita berhak menolak."

Oke lads, sekarang pake perumpaan aja ya. Misalkan kita ini buah yang sedang dijual oleh si tukang buah. Anggap saja kita ini buah dengan kualitas yang sangat baik. Bibit yang baik, ditanam dengan pupuk yang sangat baik, tidak ada hama ataupun pestisida di pohon kita, rasa kita pun sangat juara. Nah, anggap saja pria yang akan menjadi pacar kita adalah si pembeli. Untuk membeli kita pasti tidaklah murah. Dengan kualitas yang baik tentu kita dijual dengan harga yang sangat pantas. Mungkin ada pembeli yang mampu membeli kita tapi ada juga yang tidak mampu. Ingat! Kita tidak dibeli bukan karena kita buruk tapi karna kita memiliki kualitas yang bagus sehingga harga yang ditawarkan sangatlah mahal.

Nah sudah terbayang kan? Kita jomblo bukan berarti tidak ada orang yang menyukai kita. Tetapi karna kita yang menjual diri kita sangat mahal. Ini bukan bicara soal materi. Tetapi tentang kualitas pria yang akan menjadi pacar kita. Kita terkadang mematok kriteria pasangan sangat tinggi. Sehingga dengan sendirinya mereka sendiri yang akan mundur. Banyak pria yang mencoba mendekati tetapi bila kita mematok kriteria yang sangat tinggi sampai kapanpun sulit untuk mendapatkan pacar. Kalo mau punya pacar ya jangan pilih-pilih lah! *ngomongsamakaca* 


Tulisan kali ini ditujukan sekadar penyemangat aja buat yang masih jomblo. Gak usah galau-galau amat lah. Jomblo bukan akhir segalanya. Nikmatin aja kesendirian saat ini. Nikmatin waktu main-main sama temen dan keluarga. Nikmatin waktu bebas mau deket sama siapa aja. Percaya deh, jomblo gak selamanya buruk. Gw udah 4 tahun jomblo dan bahagia aja. Malah ngerasa bebas. Nambah banyak temen. Dan kebahagiaan paling fatal adalah dicemburuin sama pacar orang~ yah berarti gw lebih baik dari mereka dong yak? *kabuuuuur*

Rabu, 05 Juni 2013

Just sharing :)

Patah hati gak sekali duakali gw rasain. Berkali-kali kayanya. Rasanya gak pengen buka hati buat pria baru karna takut banget sakit hati. Tapi terkadang mikir, mungkin itu cara Tuhan buat nunjukkin kalo orang itu bukan yang terbaik buat kita. Mungkin juga itu cara Tuhan nunjukkin kalo orang itu bukan jodoh kita. Makanya sekalipun gw desperate gegara patah hati paling mentok-mentok cuma nangis doang sampe capek sendiri. Gak sampe kepikiran buat mengakhiri hidup kaya di berita-berita itu men ._.

Kalo kita memilih buat jatuh hati risiko ya harus siap buat patah hati. Ya di logikain aja sih. Hati yang jatuh bisa 2 kemungkinan. Dia mendarat dengan selamat (re: cinta berbalas) atau dia gagal mendarat hingga akhirnya patah berkeping-keping. Hidup itu semuanya pilihan. Dan disetiap pilihan ada konsekuensi masing-masing. Dan sekarang tinggal dibalik aja. Kalo emang gak mau nerima konsekuensinya ya gak usah milih. Kalo gak mau milih ya gak usah hidup. So simple kan ;)


PHP (Pemberi Harapan Palsu) jadi trend jaman sekarang. Setiap ada yang deketin terus ninggalin dibilang PHP. Padahal belom tentu juga orang yang deketin itu ngasih harapan. Kali aja emang niat dari awalnya dia mau temenan tapi salah diambil arti dikira mau ngedeketin. Percaya deh, beban pikiran juga men jadi mereka. Begitu mereka ngejauh mereka langsung dibilang PHP. Cap itu seakan nempel di mereka. Ntar begitu mereka deket sama yang lain, pasti susah. Makanya tolong dipilih penempatan kata PHP ke kondisi yang tepat ;)


Jangan pernah takut buat jatuh hati. Setiap kejadian ada hikmah yang bisa diambil kan? Nah makanya jangan takut buat mencoba segala hal sampe kita tau apakah itu baik atau enggak buat kita. Yang terpenting adalah kita tetep semangat dan berusaha buat ngejar apa yang kita inginkan. Segala sesuatu itu gak ada yang instan. Kita gak mungkin dapet hal yang baik kalo belom pernah dapet hal yang buruk. Jangan pengennya dapet yang baik kalo baru dikasih yang buruk aja ngeluh banget. Percaya aja kalo Tuhan punya sesuatu yang indah kelak buat kita. Tetep optimis dan berusaha semampu kita! :)


Ilmu ikhlas itu super susah ternyata. Kalo cuma infaq atau sedekah 1000rupiah, gw percaya kalian pasti ikhlas. Tapi ada ikhlas yang ternyata susah kita lakuin walaupun kalo cuma diucapin bakal keliatan gampang, yaitu "Mencintai seseorang." Semua dari kita pasti pernah cinta sama orang, dan pasti punya harapan buat dapet cinta balesan dari orang itu. Nah ini yang susah. Pernah gak kalo kita gak ngarep cinta balesan? Gw ngalamin kok. Setelah gw pikir-pikir ternyata gw gak boleh minta imbalan buat dapet cinta balesan itu. Gw sedang berusaha meyakinkan hati dan pikiran kalo gw boleh cinta sama orang tapi gak boleh berharap lebih. Karna setiap orang bebas nentuin semuanya tanpa paksaan dari orang.


Jangan pernah nyalahin seseorang atas apa yang terjadi di hidup kita. It's our life. Ini hidup kita, buat apa nyangkut-pautin orang ke hidup kita. Kalo kita bisanya cuma nyalahin orang, tandanya kita masih belom dewasa dalam menyikapi hidup. Disini gw bukan mau sok tua atau gimana. Gw juga sadar diri terkadang gw masih suka nyalahin orang, tapi setelah dipikir-pikir buat apa nyalahin orang, itu gak akan ngerubah suatu kondisi dan keadaan yang udah terjadi. Mending intropeksi diri sendiri, dan cari tau apa sumber masalahnya. Kalo udah ketemu, ubah jadi hal yang positif :)


Orang itu datang dan pergi di hidup kita. Saat datang, pasti kita seneng. Dan saat pergi pasti kita sedih. Tapi saat orang itu pergi, ketahuilah bahwa Tuhan mengirimkan orang lain untuk ada di hidup kita menggantikan dia. Tuhan yang tau apa yang terjadi semuanya, kita hanya dapat menjalankannya dengan baik. Jangan pernah mengeluhkan apa yang Tuhan berikan. Karna sebenernya Tuhan menggantikan orang yang pergi di hidup kita dengan yang lebih baik. Tuhan gak akan ngebiarin hamba-Nya kesepian. Dan yang paling penting, sejauh apapun kita melupakan dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu ada dan memberikan yang terbaik untuk kita. Keep smile :)

The best day I ever had :)

Jumat, 24 Mei 2013

Pagi ini aku berjanji akan bersepeda bersama kamu. Padahal kamu tau, pagi ini aku hanya tidur 3jam, tapi aku tidak mungkin mengatakannya padamu. Jika kamu mengetahuinya, mungkin kamu akan membatalkan janji tersebut dan membiarkanku istirahat saja. Aku bergegas melaksanakan sholat Subuh, mencuci muka, berganti pakaian, memakai sepatu, dan bersiap. Kamu sudah menungguku di depan rumah dengan sabar. Di awal perjalanan aku mengeluhkan kondisi jok sepeda yang kecil, sempit, dan keras. Namun kamu hanya tertawa kecil. Aku merasakan kamu bahagia saat itu. Iya kan? Pasti! :)


Di perjalanan kita bersepeda, aku hanya mengikutimu dari belakang, aku berusaha melawan kantukku. Aku berusaha mengejarmu tapi sulit. Ah dari dulu kamu memang nomer 1 untuk urusan bersepeda. Aku dengar dari yang lain pun, kamu sangat cepat ketika mengendarai sepeda. Aku kalah. Aku lelah tapi aku hanya diam dan terus mengayuh agar jarak kita tidak terlalu jauh. Tapi sepertinya kamu sengaja memperlambat kayuhanmu agar aku tidak tertinggal jauh darimu. Sesekali kamu menoleh ke belakang untuk memastikan jarak kita. Tenang, aku tetap di belakangmu.


Kamu membawaku bersepeda cukup jauh. Mungkin kamu sudah terbiasa tapi aku tidak. Aku sudah lama tidak bersepeda. Tapi aku berusaha mengayuhkan pedal sepedaku secepat mungkin untuk membalapmu, kemudian kamu berkata 'Ayo sana gowes yang kenceng, nanti aku susul.' Benar saja. Kamu bisa menyusulku dengan cepat. Aku kalah lagi. Di perjalanan pulang kamu menanyakan sarapan apa yang aku mau. Aku jawab aku ingin bubur. Kemudian kamu pun membawaku ke tempat yang biasa kamu datangi. Tapi yang aku inginkan ternyata tidak ada. Akhirnya kita memesan lontong sayur. Kamu mengambilkan tempe goreng untukku. Enak. Setelah menghabiskan makanan tersebut kita kembali ke rumah. Kali ini aku benar-benar tidak bisa menahan kantukku. Aku ingin segera pulang.


Sesampainya di rumah aku langsung tergeletak dan tertidur di kamar. Kamu menghampiri, dan bertanya 'Capek ya?' Aku menjawab sambil tertidur 'Iyalah, aku baru tidur jam 3, Pak.' Hari ini aku berhasil menepati janjiku. Semoga kamu senang. Aku berharap kita dapat bersepeda di lain kesempatan, aku senang melihat senyummu. Tetap tersenyum seperti itu, Pak. Apapun akan aku lakukan asalkan aku tetap bisa melihat senyum bahagiamu. I love you, Dad!

Kamis, 25 April 2013

Gak paham lagi :')

Siapapun pasti pernah ngerasain sayang sama orang. Termasuk gw sendiri. Saat gw sayang sama orang, waktu dan pikiran gw cuma buat dia. Misal gw sayang sama orang yang punya kebiasaan tidur pagi. Gw bakal nyesuain jadwal tidur gw sama dia, sekalipun gw tau yang namanya tidur pagi gak bagus buat kesehatan apalagi kalo hari itu ada jadwal kuliah pagi. Gimana ngakalinnya? Ya gw tidur sore dipuasin nanti bangun tengah malem entah itu buat smsan/bbman/telponan sama dia sambil nyicil belajar juga.

Buat gw, yang namanya sayang adalah ketika lo ngelakuin suatu hal untuk dia tanpa dia minta langsung sama lo. Lo bisa dengan sabar ngadepin tingkah dia yang kadang kelewat batas. Bahkan lo tetep setia sayang sama dia walaupun dia berpaling, walaupun semua temen-temen lo udah ngasih saran buat ninggalin dia tapi lo masih tetep stay sama dia.

Sayang sama orang itu berat, bro. Butuh kesabaran lebih dan mental baja banget. Tapi gw lebih suka mencintai daripada dicintai. Hmm gimana ya.... Saat kita sayang sama orang kita akan berusaha bikin dia sayang balik sama kita. Usaha apapun kita lakuin walaupun kita gak tau hasilnya gimana. Tapi kalo ada orang yang sayang sama kita, kita bakal berusaha buat sayang balik sama dia kan? Nah gw tipikal orang yang susah sayang walaupun udah diusahain, ntar kalo gw makin deket tapi gak bisa sayang dibilang PHP, ya makanya gw milih mundur dari awal. Prinsip gw sih lebih baik disakiti daripada menyakiti.

Sayang itu adalah ketika kita gak peduli omongan buruk orang lain tentang dia. Saat kita ada buat dia tanpa dia minta, di waktu tertingginya ataupun saat di titik terendahnya. Saat kita bisa nerima perlakuan dia yang nyakitin hati kita. Saat kita bisa menerima segala kekurangannya. Saat kita tau ada orang lain yang dia sayang tapi kita bisa tetep tersenyum bahagia ngeliatnya. Saat kita ikut bahagia atas kebahagiaannya, dan gak ninggalin dia di saat dia berduka.

Kalo kalian lagi sayang sama orang, jangan pernah mundur sebelum kalian tau gimana akhirnya. Kalo kalian sedang dihampiri oleh orang yang menyayangi kalian, coba sedikit membuka hati, kalo kalian gak mampu mundurlah secara pasti tanpa menyakiti dia.

Rabu, 20 Maret 2013

Hati vs Otak


“Berbagilah ilmu yang kita miliki selagi itu bermanfaat buat orang lain.”

Oke, disini gw mau bagi apa yang udah gw dapet saat kuliah tadi pagi. Sebenernya sih kuliah pagi ini ngebahas tentang Anxiety Disorder dan gak ada hubungannya sama judul blog kali ini. Tapi emang kebetulan dokter yg ngajar nyangkut pautin sama satu hal yang lumayan jadi latar belakang judul blog kali ini.

“Semua perilaku, perasaan, emosi, atau apapun itu pusat pengaturannya ya di otak. Kamu benci atau suka sama orang ya diaturnya di otak.”

Dan tiba-tiba gw jadi mikir sesuatu yang menurut gw sedikit berhubungan. Kalo semua yang kita rasain itu diatur di otak, berarti kan berhubungan dengan akal pikiran bukan dengan hati. Nah kalo gitu, kenapa setiap ngomongin cinta, sayang, suka, benci, atau kesel selalu disangkutpautin sama hati? Sekarang ada gak yang bisa jelasin makna hati itu gimana? Karna kebanyakan orang salah dalam mengartikan makna ‘hati’. Sering gak sih kalo orang jahat, pasti banyak yang bilang “Ih dasar gak punya hati.” Nah sekarang coba lo buka tubuhnya dia, cari hatinya dia, pasti ada di dalem. Bahkan juga banyak orang yang salah nunjuk letak hati dimana, mereka bakal nunjuk letak hati itu di dada bagian tengah.

Disini gw lurusin aja, karna kebetulan gw juga baru tau sekitar 2 tahun yang lalu, letak hati yang sesungguhnya itu dimana. Letak hati itu di bagian perut sebelah kanan, tepat di bawah paru-paru. Nah kalo yang selama ini kalian anggep hati, itu sebenernya jantung. Kenapa gitu? Gw baru paham ternyata kalo di dunia medis, ‘heart’ itu artinya ‘jantung’ BUKAN ‘hati’. Terus juga kalo bentuk hati yang sebenernya itu bukan kaya yang biasa kalian bikin #love gitu. Coba kalian search sendiri deh. Nah yang bentuknya nyerupain sama bentuk #love itu ya si jantung, search sendiri lagi ya. Makanya ini banyak hal yang missing banget deh.

Jadi intinya, makna ‘hati’ yang kita maksud selama ini tuh kaya gimana?

Kalo gw sih sekarang mikirnya, ya mungkin bener banget kalo rasa sayang, suka, cinta, benci, kesel, semua itu yang ngatur otak. Setiap kita suka sama orang, pasti kita punya alasan kan. Alasan itu yang udah diatur sama otak. Misal, gw suka sama orang itu pasti ada alasannya, dan pasti tipe-tipenya akan sama karna emang otak gw udah nyimpen itu sebagai hal yang gw suka. Nah terus kalo gw sebel sama orang ya wajar karna mungkin orang itu ngelakuin hal yang otak gw simpen sebagai hal yang gw gak suka.

Terus kenapa bisa sayang sama orang? Di logika-in deh,misal kalo gw sering bareng sama si A, ngebikin kisah, cerita, kenangan sama si A, semua memori dari apa yang pernah gw jalanin bareng sama si A akan disimpen sama otak. Nah kenyamanan yang gw dapet sama si A sesuai sama apa yg otak gw udah simpen tentang berbagai hal yang gw suka, karna nyambung itu makanya jadilah sayang. Saat gw jauh sama si A, gak bikin kenangan bareng sama dia lagi, otak kan kehilangan memori tentang dia, ya wajar timbul rasa rindu. Nah saat si A ngelakuin hal yang otak gw simpen sebagai hal yang gw gak suka, gw pasti akan kesel atau benci sama si A. Dan gak mungkin kalo kita sayang sama orang yang baru kita kenal. Gimana mau sayang kalo kita aja belom bikin memori tentang dia di otak kita.  Jadi emang bener sih kalo semuanya itu berhubungan sama otak sebagai pengendali perasaan.

Nah sekarang kalo misalnya kita putus dari pacar terus udah bertahun-tahun masih sayang juga, itu gimana? Sekarang gini, selama kita pacaran pastinya kita ngebikin sebuah cerita di dalam hidup yang itu tersimpan sebagai memori di otak. Kenapa masih sayang? Karna kita gak berusaha buat ngelupain atau ngehapus memori yang ada itu. Mau sampe tua pun kalo itu memori masih ada ya kita tetep bakal sayang sama mantan walaupun mungkin sayangnya itu berkurang, tapi pasti bakalan tetep ada. Nah jadi intinya tips move on itu ternyata gampang. Kurangin sedikit demi sedikit memori tentang dia di otak kita, kelak secepatnya kita bisa move on. Pengurangannya itu diikutin sama pembuatan  memori yang baru entah itu memori bareng keluarga, temen atau someone yang baru. Kalo kita gak berusaha buat ngehilangin memori itu ya kita bakalan tetep sayang sama dia.

Pernah gak sih ngerasa deg-degan saat ketemu orang yang kita suka? Terus kalo deg-degan itu campur sama keringetan gak? Ternyata lagi-lagi semua itu yang ngatur otak. Saat kita ketemu hal yang kita suka atau gak suka, otak bakal ngasih respon melalui penjalaran syaraf ke organ yang ada id tubuh, misalnya jantung yang jadi berdetak cepat (deg-degan, bahasa medisnya: palpitasi) atau kelenjar keringat yang akan memproduksi banyak keringat. Semua pengendaliannya di otak. Jadi makna ‘hati’ yang selama ini kita maksud itu kan suatu perasaan yang kita rasakan, nah ternyata perasaan itu sendiri yang ngatur otak, jadi ya kalo sayang sama orang itu pakenya otak bukan hati~

Fyuuuuh, sekian postingan blog kali ini. Semoga bermanfaat banget! Disini niat bener-bener berbagi ilmu dan pengalaman. Jadi kalo mungkin ada yang gak setuju ya wajar kalo bisa malah monggo dibagi-bagi :)