Rabu, 29 Februari 2012

FK UGM

HEYYYYY!!!! Sesuai judul post kali ini, gue mau sedikit berbicara tentang Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, khususnya di Pendidikan Dokter. Hmm.... Pendidikan Dokter disini menggunakan sistem Problem-Based Learning. Jadi kita bener-bener ngerasain sulitnya kuliah, beda kaya sekolah. Dulu sewaktu sekolah, kita selalu diberi materi secara keseluruhan oleh guru, apabila kita mengalami kesulitan, guru akan datang membantu dan memberikan penyelesaian secara terang-terangan. Berbeda dengan perkuliahan yang ada di PD FK UGM ini. Kami menerima materi kuliah yang sangat banyak hanya dalam waktu 50 menit dengan hanya sekali pertemuan di setiap bahasannya. Setelah itu, jika kami masih kekurangan bahan, kami akan mencari tambahannya SENDIRI pada textbook. Textbook tersebut kami dapatkan dengan membeli, mencari diperpustakaan, ataupun dengan e-book. Kami dilatih untuk mandiri, mencari bahan-bahannya sendiri.

Pada saat kuliah, kami tidak seperti jurusan, fakultas atau bahkan universitas lain yang dalam 1 kelas hanya terdiri dari 40-50 mahasiswa. Setiap kuliah, dalam satu ruangan bisa terisi 150 mahasiswa. Dan kadang apabila penggabungan kuliah, dalam satu ruangan bisa terdiri dari 300 mahasiswa. Bisa dirasakan bagaimana tidak efektifnya kan? Maka dari itu, disinilah kami benar-benar merasakan dunia perkuliahan. Namun, disini kami menggunakan sistem tutorial, yang setiap 1 kelompok terdiri dari 10 mahasiswa dengan didampingi oleh 1 orang tutor. Apa gunanya TUTORIAL ini? Pada tutorial, kami membahas, menjawab, berdiskusi, sekaligus belajar bersama untuk membahas suatu materi yang sudah ditentukan setiap minggunya.

Saat gue masih duduk di bangku SMA, rasanya pengen buru-buru kuliah, pake baju bebas, jam kuliah juga gak pagi-pagi terus. Tapi dulu waktu gue masih di SMA, gue denger desas-desus kalo nanti ketika di bangku kuliah, kita akan menjadi sosok yang INDIVIDUAL, dan bahkan beda sama di SMA. Jujur, kalo menurut gue, desas-desus tersebut sangat tidak berlaku di kampus gue. Kenapa bisa gue bilang gitu? Karena, gue malah ngerasain kekompakan yang dahsyat disini. Ada sesuatu materi yang baru untuk ujian, kita berbagi, catatan-catatan praktikum dari angkatan atas pun, kami disini berbagi. Mungkin INDIVIDUAL yang dimaksud di kampus gue ini, adalah bagaimana kita dapat bekerja sendiri dalam mencari tambahan materi tanpa harus selalu 'dicekokin' oleh dosen. Tujuannya agar kita dapat lebih survive dan mandiri.

Seperti yang udah sering kita tahu dan kita dengar, dokter itu kan pekerjaan yang langsung berhadapan dengan makhluk hidup, jadi pasti gak boleh main-main. Nah karena itulah, seolah-olah kami menanggung beban yang sangat berat, yaitu nyawa dari makhluk hidup, disini khususnya manusia. Untuk ahli dalam berpraktek nantinya, kami tidak hanya belajar secara teori saat kuliah. Kami diajarkan untuk berlatih menghadapi kasus-kasus yang terjadi pada SKILLS LAB. Disini kami diajarkan bagaimana caranya mengahadapi pasien, melayani pasien, bersikap kepada pasien, melakukan pemeriksaan terhadap pasien, memberikan pengobatan untuk pasien, menjelaskan suatu keadaan kepada pasien dan keluarganya, memberikan pendapat atau masukan yang terbaik untuk pasien, serta yang terpenting adalah menjaga perasaan pasien. Terkadang banyak kita temui dokter-dokter yang terlihat tidak peduli kepada pasien. Selain itu, terlihat juga seolah-olah dokter memberikan pengobatan hanya untuk yang memiliki uang. Disini kami diajarkan untuk menjadi dokter yang profesional dan beretika. Jadi pastikan saja lulusan UGM adalah dokter yang berkualitas. Huehehehehe *ketawa penuh kemenangan*

Selain itu, pastinya ada juga yang namanya PRAKTIKUM disini. Praktikum disini ada banyak jenisnya. Ada Praktikum Anatomy, Biochemistry, Histology, Microbiology, Parasitology, Pharmacology, Physiology, dsb. Baru praktikum itu aja yang gue temuin di tahun pertama ini. Praktikum Anatomy yaitu praktikum yang mempelajari potongan-potongan tubuh manusia secara macrostructure. Terus gimana belajarnya? Ya belajarnya pake bahan berupa cadaver, atau mungkin lebih dikenalnya sebagai mayat yang sudah diawetkan dan dipotong-potong. Gak ngeri tuh belajar pake mayat? Gak boleh ada kata ngeri buat kami, justru kami sangat menghargainya, karena mereka adalah guru kami. Kami mengetahui bagian-bagian tubuh manusia ya dari tubuh mereka itu. Kemudian Praktikum Biochemistry, dilihat dari namanya udah jelas lah, pasti akan mempelajari Bio-Chemistry dari manusia. Gimana maksudnya? Ya disini kami mempelajari berbagai reaksi yang terjadi di tubuh manusia, enzim-enzim apa saja yang berperan di dalamnya, faktor-faktor apa yang menghambat dan mendukung terjadinya reaksi. Terus ada juga Praktikum Histology. Apa sih yang dipelajari? Kalo tadi anatomy belajar macrostructure, nah di histology akan mempelajari microstructure-nya. Bahannya darimana? Bahannya bisa didapatkan dari hewan ataupun manusia. Lalu kita akan melihatnya menggunaka mikroskop cahaya. Nah disitulah akan terlihat sel-sel yang ada di dalam tubuh kita. Kemudian kalau untuk Praktikum Microbiology biasanya kami mempelajari struktur bakteri, sifat bakteri, dan keadaan bakteri. Praktikum Parasitology mempelajari parasit-parasit yang dapat menyebabkan suatu penyaki di tubuh kita. Nah kalo Praktikum Pharmacology, kami belajar obatnya. Bagaimana proses obat, dimana saja tempat untuk diberikan obat, jangka waktu yang dihasilkan obat. Kalau praktikum ini, subjeknya bukan manusia, tapi biasanya hewan, yaitu tikus putih. Yang terakhir itu Praktikum Physiology. Yang dipelajari disini adalah kondisi normal dari tubuh manusia. Kalo yang ini subjeknya kami sendiri, karena kan tujuannya untuk membandingkan kondisi kami dengan yang normalnya. Kemudian nantinya kan didapatkan apa yang salah dari gaya hidup kita. Huehehehe

Hmmm.... Apalagi sih yang belom dijelasin? Oh iya, satu lagi ketinggalan. Di PD FK UGM ini, setiap satu semesternya terdiri dari 3 blok, atau mungkin maksudnya kaya 3 bab gitu deh. Nah dalam 1 blok itu terdiri dari 7 minggu, 6 minggunya untuk perkuliahan, dan 1 minggu terakhir untuk ujian-ujiannya. Disini ujiannya ya namanya UJIAN BLOK, bukan ujian semesteran kaya jurusan, fakultas, ataupun universitas lain. Terus disini kami kuliah 3,5 tahun dan ditambah 2 tahun untuk masa ko-ass. Nah terus udah langsung bisa praktik dong? Belum! Kami diharuskan mengikuti UKDI (Ujian Kemampuan Dokter Indonesia -kalo gak salah-) terlebih dahulu, baru kemudian mendapatkan surat izin praktik. Hanya ada 2 kali kesempatan untuk mengikuti UKDI, kalo gagal ya berarti tidak bisa praktik. Nah, terbukti kan bahwa menjadi dokter tidak seindah yang dibayangkan orang-orang.

Sekian blog kali ini ya, gue laper dan emang kebetulan udah gak ada yang perlu dibahas lagi sih. So, thanks udah menyempatkan membaca tulisan gue ini. Tolong dong komentarnya gimana tentang tulisan-tulisan gue yang udah kalian baca. Biar semakin baik tulisan-tulisan gue nantinya :)